Pemanfaatan Lahan Kosong Menjadi Tanaman Obat Keluarga (TOGA ) Menuju Kesehatan Berkelanjutan

Authors

  • Sandra Mustika Program Studi Tadris Biologi, UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Mimi Herman Program Studi Tadris Kimia, UIN Mahmud Yunus Batsuangkar

DOI:

https://doi.org/10.47776/praxis.v5i1.04

Keywords:

TOGA, Lahan Kosong, Obat Tradisional

Abstract

Tanaman obat keluarga (TOGA) memberikan banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Sejak dahulu tanaman-tanaman berkhasiat ini dimanfaatkan oleh orang-orang sebagai obat-obatan herbal. Tanaman yang dipilih biasanya adalah tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati masalah kesehatan yang sederhana seperti flu dan batuk. Pemanfaatan TOGA juga dapat menjadi salah satu upaya masyarakat dalam memanfaatkan lahan kosong sekaligus meningkatkan pengetahuan mengenai tanaman yang memiliki nilai kesehatan dan ekonomi. Metode pelaksanaan kegiatan melalui pemberdayaan berbasis komunitas dengan beberapa tahapan, yaitu observasi, sosialisasi, praktik penanaman, serta perawatan dan pemantauan tanaman. Kegiatan dilaksanakan di Jorong Saruaso Barat, Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung dalam proses penanaman dan perawatan TOGA. Adapun tanaman yang ditanam yaitu serai, jahe, betadine, jarak pagar, kumis kucing, puding hitam, sidingin, cemara, sambang darah dan lidah buaya kegiatan ini dilanjutkan dengan perawatan berkala sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur. Implikasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan tanaman di lingkungan sekitar sebagai salah satu sumber daya yang dapat mendukung kesehatan keluarga.

References

Ambari, Y., Wahyuni, K. I., Lehana, Z. R., Syamsudin, M., & Fitri, S. (2020). Pengembangan Desa Wisata dengan Penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) di Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Propinsi Jawa Timur. Jurnal KARINOV, 3(1), 22.

Ansyar, D. I. (2022). Tanaman Obat Keluarga (TOGA) percontohan sebagai edukasi pemanfaatan pada masyarakat Dusun Jambua. Sociality: Journal of Public Health Service, 1(1), 80–84. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/sjphs/article/view/35541

Aslamiah, S., Afitah, I., & Mariaty, M. (2017). Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Pemberdayaan Wanita dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 111–117. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v2i2.63

Atmojo, M., & Darumurti, A. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 100–109. https://doi.org/10.31294/jabdimas.v4i1.8660

Erviana, E., Masniati, M., Masita, M., Taufik, M., & Harli, K. (2023). Gambaran pengetahuan keluarga tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga. Jurnal Promotif Preventif, 6(5), 777–785. https://doi.org/10.47650/jpp.v6i5.989

Fadhilah, A. Y., Sarwadhamana, R. J., Wiguno, S. S., Kofifah, R., Rahmayani, D., Septiyorini, D., Astuti, N. A. W., Jariah, A., Andriyani, F., & Hasanah, F. R. (2024). Pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) pada masyarakat Padukuhan Dadapbong Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 8(3). https://doi.org/10.31764/jpmb.v8i3.25493

Fitriatien, S. R., Eka, N., Rachmawati, J., Rahmah, N., Safitri, D. A., Pahlevi, M. R., Miftakh, N., Natsir, W., & Belakang, A. L. (2017). Kegiatan Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Salah Satu Usaha Pemberdayaan Siswa SDN Dermo Guna Dalam Menumbuhkan Kepedulian Kesehatan keluarga. Abadimas Adi Buana, 02(2), 21–28.

Fitriyani, F., & Anggraeni, D. (2024). Optimalisasi Ketahanan Pangan Desa Rowolaku Melalui Pemberdayaan Tim Penggerak PKK dalam Program Kebun Gizi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(7), 2808–2817. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i7.1338

Hikmawati, H., & Sulastri, S. (2024). Pelatihan Penanaman Tanaman Apotek Hidup Di Lahan Pekarangan Rumah Warga Desa Ngandul Sumberlawang Sragen. PRAXIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 114-124. https://doi.org/10.47776/praxis.v3i2.117

Rosmanita, I., & Saharuddin. (2017). Hubungan tingkat pengetahuan lokal masyarakat Desa Ciherang dengan tingkat pengelolaan tanaman obat keluarga. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, 1(3), 359–378. https://doi.org/10.29244/jskpm.1.3.359-378

Wardani, G. A., Auli, T. N., Syahrani, I., Rachmadhiani, A. N., Assidik, R. A., & Mujahidah, L. N. (2024). Peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai berbagai macam dan cara pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di Desa Linggalaksana. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 8(3), 2196–2202. https://doi.org/10.31764/jpmb.v8i3.25379

Wirasisya, D. G. (2019). Peningkatan Kesehatan Masyarakat Melalui Sosialisasi Penggunaan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) Di Desa Tembobor. Sarwahita, 15(01), 64–71. https://doi.org/10.21009/sarwahita.151.07

Downloads

Published

2026-09-24

How to Cite

Mustika, S., & Mimi Herman. (2026). Pemanfaatan Lahan Kosong Menjadi Tanaman Obat Keluarga (TOGA ) Menuju Kesehatan Berkelanjutan. PRAXIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 49-58. https://doi.org/10.47776/praxis.v5i1.04