Eksistensi Lopis Raksasa sebagai Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal di Kota Pekalongan

Authors

  • Dewi Anggraeni Universitas Islam Negeri K.H.Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Faizatul Adzima UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Zafiroh Afiani UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.47776/mozaic.v10i2.1419

Keywords:

Kearifan Lokal, Lopis Raksasa, Moderasi Beragama, Eksistensi Tradisi

Abstract

Tradisi Lokal yang berkembang di masyarakat memiliki nilai-nilai kearifan yang mengakar yang menjadi karakter dalam sebuah masyarakat sehingga tradisi tersebut dapat eksis. Penelitian ini mengkaji mengenai eksistensi tradisi  Lopis  Raksasa  sebagai penguatan moderasi beragama berbasis budaya lokal dengan lokus penelitian di Kota Pekalongan. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan pendekatan etnografi guna menggali lebih dalam terkait dengan makna dan keberlangsungan sebuah tradisi yang mengakar di masyarakat. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa kota Pekalongan memiliki tradisi lokal yang saat ini masih dilestarikan pasca lebaran Idul Fitri tepatnya pada bulan Syawal yang selanjutnya disebut dengan tradisi Syawalan. Eksistensi dari tradisi Lopis Raksasa tidak terlepas dari pemaknaan akan nilai-nilai simbolis yang terkandung di dalam tradisi Lopis Raksasa. Praktik-praktik moderasi beragama yang aktif melalui kebersamaan dan persaudaraan yang diwujudkan melalui tradisi Lopis Raksasa dapat menjadi sumbangan terhadap nilai-nilai hidup yang harmoni.

References

Agama, K. (2019). Moderasi Beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Aksa, A., & Nurhayati, N. (2020). Cultural-based Religion Moderation and Local Activity in the Donggo Community in Bima. Harmoni :Jurnal Multikultural & Multireligius, 19(2). https://jurnalharmoni.kemenag.go.id/index.php/harmoni/index

Anggraeni, D., Abkha, A. O., Azizah, W. R. S., Kadza, S. L., Taufiq, T. M., & Nafisah, D. A. M. (2023). Religious Moderation Practices in Islamic Religious Education in Multicultural Communities in Bali. Indonesian Journal of Islamic Education and Local Culture (IJIELC), 1(2), 123–134. https://doi.org/https://doi.org/10.22437/ijielc.v1i2.30820

Anggraeni, D., Hadiyanto, A., & Hakam, A. (2023). Multicultural Islamic Religious Education Based on Local Wisdom: The Analysis of “SILAS” Values in Sundanese Culture. Indonesian Journal of Islamic Education Studies (IJIES), 6(1), 93–108. https://doi.org/https://doi.org/10.33367/ijies.v6i1.3649

Anggraeni, D., Hakam, A., Mardiyah, I., & Lubis, Z. (2019). Membangun Peradaban Bangsa Melalui Religiusitas Berbasis Budaya Lokal. Jurnal Studi Al-Qur’an, 1(2), 96. https://doi.org/doi.org/10.21009/JSQ.015.1.05

Asmarani, R. (2019). Translating the Unique Folklore of Giant Lopis Feast And Giant Cone Megono In Pekalongan Syawalan Traditions. https://doi.org/10.2991/eltlt-18.2019.18

Creswell, J. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar.

Fadhil, A., Hadiyanto, A., Amaliyah, & Anggraeni, D. (2019). Revitalisasi dan Identifikasi Nilai-Nilai Multikultural Pada Tradisi Lebaran Etnik Betawi di Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung DKI Jakarta. Penamas, 32(2), 341–358. https://doi.org/https://doi.org/10.31330/penamas.v32i2.260

Hadi, S. (2020). Lasem: Harmoni dan Kontestasi Masyarakat Bineka. Lslam Nusantara, 1(1), 163–203. http://journal.unusia.ac.id/index.php/ISLAMNUSANTARA/article/view/49/33%0A

Hadi, S., & Anggraeni, D. (2021). Pesantren, Pecinan and Multicultural Education: A Qualitative Case Study of Kauman Pesantren, Lasem, Central Java. Edukasia Islamika, 6(2), 273–288. https://doi.org/https://doi.org/10.28918/jei.v6i2.4932

Haryanto, J. T. R. I. (2015). RELASI AGAMA DAN BUDAYA. 41–54.

Jones Pip, Badbury Liza, B. S. Le. (2016). Pengantar Teori-teori Sosial Dari Teori Fungsionalisme Hingga Post-Modernisme. In Yayasan Pustaka Obor Indonesia Indonesia.

Kesbangpol. (2020). Generasi Muda Harus Mampu Melestarikan Dan Mengembangkan Budaya Indonesia. Pemerintah Kab Banjar. https://home.banjarkab.go.id/generasi-muda-harus-mampu-melestarikan-dan-mengembangkan-budaya-indonesia/

Malinowski, B. (1944). Scientific Theory of Culture and Other Essays. The University of North Corolina Press.

Panji, A. (2019). Sejarah Asal-usul Kelurahan Krapyak Kota Pekalongan. Kotomono.Co. https://kotomono.co/sejarah-asal-usul-kelurahan-krapyak-kota-pekalongan/

Resmanti, M., Hana Amini, U., Shoofii Abiyyi, U., Majidullah Syarief, D., & Yudha Wirajaya, A. (2022). Nilai-Nilai Spiritual dalam Upacara Tradisi Lopis Raksasa di Pekalongan. Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 21(2), 97–107. https://doi.org/10.32939/islamika.v21i02.923

Ro’is, M. (2020). Pendidikan Spiritual Dalam Tradisi Syawalan Lupis Raksasa. Universitas Islam Negeri Walisong Semarang.

Rosidin, R. (2017). Tradisi Lopis Raksasa dalam Perspektif Kerukunan Umat Beragama di Kota Pekalongan. Al-Ulum, 16(1), 15–35. https://doi.org/10.30603/au.v16i1.24

Rozali. (2020). Metodologi Studi Islam dalam Perspectives Multydisiplin Keilmuan.

Saifudin, L. H. (2019). Moderasi Beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Saleh, F., Soejadi, & Laesio. (2013). Makna Silas Menurut Kearifan Budaya Sunda Perspektif Filsafat Nilai; Relevansinya Bagi Pemberdayaan Masyarakat Miskin. Sosiohumaniora, 15(2), 158–166.

Saputri, M. R., Rinenggo, A., & Suharno. (2021). Eksistensi Tradisi Nyadran sebagai Penguatan Identitas Nasional di Tengah Modernisasi. Civics Education and Social Sciense Journal (CESSJ), 3(1).

Saragih, E. S. (2022). Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal Suku Pakpak Aceh Singkil. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(2), 309–323. https://doi.org/ISSN 2654-5691 (online); 2656-4904 (print)

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta.

Sutrisno, E. (2019). Aktualisasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan. Jurnal Bimas Islam. https://doi.org/10.37302/jbi.v12i2.113

Wagiran. (2012). Pengembangan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Hamemayu Hayuning Bawana (Identifikasi Nilai-Nilai Karakter Berbasis Kearifan Lokal). Jurnal Pendidikan Karakter, 329.

Yoga Agustin, D. S. (2011). Penurunan Rasa Cinta Budaya dan Nasionalisme Generasi Muda Akibat Globalisasi. Jurnal Sosial Humaniora. https://doi.org/10.12962/j24433527.v4i2.632

Downloads

Published

2024-10-31

How to Cite

Anggraeni, D., Faizatul Adzima, & Zafiroh Afiani. (2024). Eksistensi Lopis Raksasa sebagai Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Kearifan Lokal di Kota Pekalongan. Mozaic : Islam Nusantara, 10(2), 143-154. https://doi.org/10.47776/mozaic.v10i2.1419