Dinamika Pengelolaan Sumber Daya Air
DOI:
https://doi.org/10.47776//MJPRS.001.02.05Kata Kunci:
kekuatan lokal, PES (Principle of Pre-Existing System), manajemen air, co-managementAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis eksistensi otoritas pemimpin lokal pada pengelolaan sumber daya air, terutama di Danau Kemuning, Cimanggis, Bogor, Jawa Barat. Prinsip-prinsip dasar desain sistem atau dikenal dengan istilah The Design Principle of Pre-Existing System (PES) dalam Co-Management. Prinsip dari sistem tersebut menampilkan enam variabel: aturan, hak, wewenang atau kepemimpinan, sanksi dan pemantauan, akuntabilitas, dan penegakan hukum, yang digunakan sebagai perspektif utama dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan air di Danau Kemuning dipengaruhi oleh pemimpin kekuasaan lokal (orang atau organisasi) meskipun ada beberapa peraturan hukum yang mengatur. Peran pemimpin lokal masih tetap menempati posisi utama utama, terutama pada tingkat praktis. Beberapa peran utama pemimpin lokal antara lain adalah mengarahkan warga agar tetap menjaga kebersihan, dengan memberikan aturan antara lain berupa larangan membuang sampah di danau dan memancing dengan menggunakan jala serta tidak boleh membuang kotoran dan melakukan kegaduhan melalui musik dangdut di sekitar Danau Kemuning.
Unduhan
Referensi
Bryant RL, Bailey S. 1997. Third World Political Ecology. London (GB): Routledge.
Data Laporan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDES) Desa Cimanggis Tahun 2014.
Ostrom E, Schlager E. 1996. The formation of property right. Di dalam: Hanna S, Folke C, Maler KG, editor. Right to Nature: Ecological, Economics, Cultural, and Political Principles of Institutions for the Environment. Washington DC (US): Island Pr.
Purwanto, J Yanuar Muhammad. 2010. Pengantar Pengelolaan Sumber Daya Air. Jakarta: Universitas Terbuka.
Ribot JC, Peluso NL. 2003. A theory of access. Rural Sociology 68(2):153ï€181.
Ruddle, Kenneth, Arif Satria. 2010. Managing Coastal and Inland Waters: Pre-Existing Aquatic Management System in Southeast Asia. London: Springer Dordrecht Heidelberg Lonon New York:Tersedia pada; [DOI 10.1007/978-90-481-9555-8.
Ruddle, Kenneth. 2014. Boundary Definition as A Basic Design Principle of Traditional Management System in Pacific Islands. London: Research Centre for Environment and Rural Development (1):94-102. Diakses pada 23 Desember 2019(https://www.researchgate.net/publication/293722064_Rereadings _The_design_principles_of_remodelling_existing_building).
Sihaloho, Martua, Wahyuni, Sri Eka, Kingseng A. Rilus, Tjondronegoro MP. Sediono. 2016. Perubahan Struktur Agraria, Kemiskinan, dan Gerak Penduduk: Sebuah Tinjauan Historis. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, April 2016: hal. 48-60.
Suntari, Lilik. 2017. Dinamika Pengelolaan Sumber Daya Air di Desa Pudak Kulon Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo. Ponorogo: Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Stone, S. 2005. Re-Reading: The Design Principle of Remodelling Existing Buildings. WIT Transactions on The Built Environment(38):125-134. Dapat diakses pada 23 Desember 2019 (www.witpress.com/secure/elibrary/papers/STR05).
Transformasi Sistem Produksi Pertanian dan Struktur Agraria Serta Implikasinya terhadap Diferensiasi Sosial dalam Komunitas Petani (Studi Kasus Pada Empat Komunitas Petani Kakao di Provinsi Sulawesi Tengah dan Nangroe Aceh Darussalam). Bogor (ID): Jurnal Agro Ekonomi. Vol.26, No.2, Oktober 2008. Hal. 209-233.
