Konsolidasi Demokrasi Melalui Liga Santri Nusantara
DOI:
https://doi.org/10.47776/MJPRS.001.02.06Kata Kunci:
civil society, sepak bola, pesantren, kemenpora, olahraga,, analisis wacana kritisAbstrak
Penelitian ini mengulas relasi antara organisasi masyarakat sipil/civil society organization (CSO) dengan pemerintah dalam upaya memperkuat praktik demokrasi. Tujuan telaah itu untuk memperlihatkan bahwa CSO dan pemerintah telah berkolaborasi dalam konsolidasi demokrasi melalui pembangunan olahraga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Liga Santri Nusantara (LSN) merupakan bentuk pembinaan potensi olahraga bagi para santri di Tanah Air. Selain itu, kompetisi sepak bola itu juga menjadi sarana bagi Rabithah Ma’ahid Islamiah Nahdlatul Ulama (RMI NU) dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk berpartisipasi dalam konsolidasi demokrasi di Indonesia. Penyelenggaraan LSN menjadi bentuk dari konsolidasi demokrasi di Indonesia dalam tiga aspek penting. Pertama, konsolidasi itu berlangsung dalam aspek partisipasi terhadap perumusan kebijakan penyelenggaraan LSN, kedua dalam hal implementasi kebijakan penyelenggaraan LSN, dan ketiga dalam pembentukan saluran aspirasi bagi RMI NU dan NU. Konsolidasi demokrasi itu menyisakan hambatan dan tantangan setelah dalam pelaksanaan LSN terdapat miskoordinasi dan misadministrasi. Partisipasi CSO dalam program pembangunan pemerintah ternyata tidak serta-merta berperan penting bagi konsolidasi demokrasi. Partisipasi CSO yang sesuai dengan regulasi dan kewenangan justru menempati kedudukan lebih penting daripada sekadar keterlibatan yang malah melemahkan praktik demokrasi di Tanah Air.
Unduhan
Referensi
Azra, Azyumardi, Dina Afrianty, dan Robert W. Hefner. 2007. “Pesantren and Madrasa: Muslim Schools and National Ideals In Indonesia.†Hal. 172–98 in The culture and politics of modern Muslim education, diedit oleh R. W. Hefner dan M. Q. Zaman. Princeton and Oxford: Princeton University Press.
Bachrain, Ahmad. 2017. “Menpora Terus Gemakan Liga Santri Nusantara.†CNNIndonesia.com. Diambil (https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20171120184440-178-256956/menpora-terus-gemakan-liga-santri-nusantara).
Bruce, Steve dan Steven Yearly. 2006. The Sage Dictionary of Sociology. California: Sage Publication.
Claringbould, Inge dan Annelies Knoppers. 2008. “Doing and undoing gender in sport governance.†Sex Roles 58(1–2):81–92.
CNN Indonesia. 2020. “Jejak Kasus Imam Nahrawi hingga Divonis 7 Tahun Penjara.†CNNIndonesia.com. Diambil (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200629202245-12-518793/jejak-kasus-imam-nahrawi-hingga-divonis-7-tahun-penjara).
Diamond, Larry Jay. 1994. “Toward Democratic Consolidation.†Journal of Democracy 5(3):4–17.
van Dijk, Teun A. 2001. “Multidisciplinary CDA: a plea for diversity.†in Methods of Critial Discourse Analysis, diedit oleh R. Wodak dan M. Meyer. London: Sage Publication.
Fakih, Mansour. 1999. “Masyarakat Sipil; Catatan Pembuka.†Wacana: Jurnal Ilmu Sosial Transformatif 1.
Firdaus, Sandy. 2017. “Liga Santri Nusantara, Ajang Membentuk Pemain dan Pribadi Berkarakter.†PanditFootbal.com. Diambil (https://www.panditfootball.com/cerita/210282/SFS/171024/liga-santri-nusantara-ajang-membentuk-pemain-dan-pribadi-berkarakter).
Giulianotti, Richard. 2011. “Sport, peacemaking and conflict resolution: a contextual analysis and modelling of the sport, development and peace sector.†Ethnic and Racial Studies 34(2):207–28.
Giulianotti, Richard, Hannu Itkonen, Arto Nevala, dan Anna-Katriina Salmikangas. 2019. “Sport and civil society in the Nordic Region.†Sport in Society 22(4):540–54.
Griffin, Pat. 2012. “LGBT Equality in Sports: Celebrating our Successes and Facing our Challenges.†Hal. 1–12 in Sexual orientation and gender identity in sport: Essays from activists, coaches, and scholars.
Hadi, Otho H. 2010. “Peran Masyarakat Sipil dalam Proses Demokratisasi.†Makara: Sosial Humaniora 14(2):117–29.
Hadiwinata, Bob Sugeng. 2005. “Civil Society: Pembangun dan Sekaligus Perusak Demokrasi.†Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 9(1):1–22.
Harjo, Indhar Wahyu Wira. 2019. “Perebutan Pengaruh Antara Negara, Pasar, dan Masyarakat Sipil dalam Kasus Pelarangan Konvoi Aremania.†Jurnal Sosiologi Nusantara 5(1):43–64.
Haryatmoko. 2016. Critical Discourse Analysis (Analisis Wacana Kritis): Landasan Teori, Metodologi dan Penerapannya. Jakarta: Rajawali Press.
Hefner, Robert W. 1993. “Islam, State, and Civil Society: ICMI and the Struggle for the Indonesian Middle Class.†Indonesia 56(56):1.
Imam, Zamroni. M. 2007. “Jalan Terjal Transisi Demokarsi Relasi Negara-Masyarakat Menuju Konsolidasi Demokrasi.†Unisia 30(63):39–49.
Ito, Takeshi. 2011. “Historicizing the power of civil society: A perspective from decentralization in Indonesia.†Journal of Peasant Studies 38(2):413–33.
Jabbar, Abi Abdul. 2019. “800 Pesantren Ikuti Kompetisi Liga Santri Nusantara 2019.†madaninews.id. Diambil (https://www.madaninews.id/8218/800-pesantren-ikuti-kompetisi-liga-santri-nusantara-2019.html).
Kartodirdjo, Sartono. 1997. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen.†in Metode-Metode Penelitian Masyarakat, diedit oleh Koentjaraningrat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kaufman, Peter dan Eli A. Wolff. 2010. “Playing and Protesting: Sport as a Vehicle for Social Change.†Journal of Sport and Social Issues 34(2):154–75.
Kilcline, Cathal. 2017. “Sport and Protest: Global Perspectives.†The International Journal of the History of Sport 34(3–4).
Kresna, Mawa. 2019. “Kejanggalan Pengelolaan Duit Liga Santri 2017.†tirto.id. Diambil (https://tirto.id/kejanggalan-pengelolaan-duit-liga-santri-2017-df3D).
Kurniawan, Dian. 2015. “Berantas Radikalisme, Menpora dan PBNU Gelar Liga Santri.†liputan6.com. Diambil (https://www.liputan6.com/news/read/2285764/berantas-radikalisme-menpora-dan-pbnu-gelar-liga-santri).
Linz, Juan J. 1996. Problems of Democratic Transition and Consolidation. London: The John Hopkins University Press.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. 2005. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Indonesia.
Mercer, Claire. 2002. “NGOs, civil society and democratization: A critical review of the literature.†Progress in Development Studies 2(1):5–22.
Nugroho, Kris. 2001. “Konsolidasi demokrasi.†Jurnal Masyarakat, Kebudayaan, dan Politik Masyarakat(2):25–34.
Presiden Republik Indonesia. 2007. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. Indonesia.
Priyatna, Yana. 2020. “Rihlah Ilmiah dan Kitabah dalam Tradisi Intelektualisme Islam Nusantara.†Muqoddima: Jurnal Pemikiran dan Riset Sosiologi 1(1).
Syarif, M. 2019. “Politik Etis Pemerintah Kolonial Hindia.†Inovatif 5(1):109–31.
Towler, Christopher C., Nyron N. Crawford, dan Robert A. Bennett. 2020. “Shut Up and Play: Black Athletes, Protest Politics, and Black Political Action.†Persprectives on Politics 18(1):111–27.
Usman, Sunyoto. 2002. “Civil Society di Indonesia: Suatu Tantangan.†Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 5(3).
