Antara Iman dan Kenikmatan: Konstruksi Gagasan Pascamodernisme Ariel Haryanto
DOI:
https://doi.org/10.47776/MJPRS.001.02.04Kata Kunci:
Pascamodernisme, epistemologi, Ariel Heryanto, budaya populer, IndonesiaAbstrak
Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan konstruksi gagasan pascamodernisme Ariel Heryanto. Melalui kajian pengamatan mendalam pada beberapa artikel dan terutama pada buku Identity and Pleasure: The Politics of Indonesian Screen Culture, artikel ini berhasil menyimpulkan bahwa epistemologi pascamodernisme menjadi tumpuhan analisis Ariel dalam melihat perkembangan budaya populer di Indonesia dewasa ini. Ariel Heryanto meminjam serangkaian epistemologi pascamodernisme salah satunya untuk melihat gejala budaya populer yang melahirkan gugusan identitas baru yang mencoba meruntuhkan identitas lama yang selama ini telah diberikan oleh penguasa. Identitas keindonesiaan yang menyangkut pemaknaan menjadi muslim Indonesia, bagaimana identitas tentang keminoritasan, baik ras maupun golongan tertentu (Kiri dan PKI), dan ekspresi memilih kenikmatan dengan sekaligus meneguhkan dan membangun identitas dalam konteks kegandrungan muslimah kelas menengah terhadap K-Pop dan K-Drama serta budaya populer berbasis layar lainnya. Ariel Heryanto berhasil membaca fenomena adanya generasi yang mencoba merumuskan ulang bagaimana menjadi muslim yang taat, bagaimana menjadi warga negara yang baik sekaligus di saat yang bersamaan tetap eksis menjadi anggota komunitas produsen dan konsumen global.
Unduhan
Referensi
Alniezar, Fariz. 2017. “Indonesia Yang Membelum.†Basabasi 2017. Retrieved March 3, 2019 (https://basabasi.co/indonesia-yang-membelum/).
Baudrillard, Jean. 1994. Simulacra and Simulation. Michigan: The University of MIchigan.
Bayat, Asef. 2007. Making Islam democratic: social movements and the post-islamist turn, California, Stanford University Press.
Bayat, Asef. 2013. “Post-Islamisme at Large.†Pp. 3–34 in Post-Islamism The Changing Faces of Political Islam.
Bertens, Hans. 1995. The Idea of the Postmodern: A History. Vol. 69. New York: Routledge.
Butler, Christopher. 2002. Postmodernism: A Very Short Introduction. New York: Oxford University Press.
Calhoun, Craig. 1993. “Postmodernism as Pseudohistory.†Theory, Culture & Society 10(1):75–96. doi: 10.1177/026327693010001004.
Dator, Jim. 2004. “Islam, Postmodernism and Other Futures: A Ziauddin Sardar Reader.†Futures 36(1):115–26. doi: 10.1016/s0016-3287(03)00137-x.
Dwifatma, Andina. 2017. “Merumuskan Dan Menikmati Identitas.†Jurnal Ruang 2017. Retrieved March 23, 2019 (https://ruang.gramedia.com/read/1497868344-melongok-identitas- kaum-muda-kota-lewat-layar).
Fox, Richard. 2020, Pop Culture as Argument and Aspiration dalam Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde vol 176
Hassan, Ihab. 1985. “The Culture of Postmodernism.†Theory, Culture & Society 2(3):119–31. doi: 10.1177/0263276485002003010.
Heryanto, Ariel. 1999. “Where Communism Never Dies: Violence, Trauma and Narration in the Last Cold War Capitalist Authoritarian State.†International Journal of Cultural Studies 2(2):147–77. doi: 10.1177/136787799900200201.
Heryanto, Ariel. 2008a. “Citizenship and Indonesian Ethnic Chinese in Post-1998 Films.†Pp. 70–92 in Popular Culture in Indonesia: Fluid Identities in Post-Authoritarian Politics, edited by A. Heryanto. New York: Routledge.
Heryanto, Ariel. 2008b. “Pop Culture and Competing Identities.†Pp. 1–36 in Popular Culture in Indonesia Fluid identities in post-authoritarian politics, edited by A. Heryanto. New York: Routledge.
Heryanto, Ariel. 2014. Identity and Pleasure: The Politics of Indonesian Screen Culture. Singapore: NUS Press.
Heryanto, Ariel. 2014, Great and Misplaced Expectations dalam Critical Asian Studies, vol. 46 No. 1.
Heryanto, Ariel. 2015. Identitas Dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Heryanto, Ariel. 2018, Popular Culture and Identity Politics dalam Routledge Handbook of Contemporary Indonesia, New York: Routledge.
Heryanto, Ariel. 2018, Decolonising Indonesia, Past and Present dalam Asian Studies Review, vol. 42 No.4.
Jameson, Fredric. 1997. Postmodernism, or, the Cultural Logic of Capitalism. Duke: Duke University Press.
Lyotard, Jean-Francois. 1984. “Postmodern Condition: A Report on Knowledge.â€
Mazer, Sharon. 1998. From Acting to Performance: Essays in Modernism and Postmodernism (Review). Vol. 50.
Paramaditha, Intan. 2013, Tracing Frictions in The Act of Killing dalam Film Quarterly, Vol. 67, No. 2
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. IV. Jakarta: Pusat Bahasa Departmen Pendidikan Nasional.
Scott-Maxwell, Aline. 2020, K-pop flows and Indonesian student pop scenes: situating live Asian pop music in an ‘Asian’ Australia dalam Media International Australia vol. 175
Sugiharto, I. Bambang. 1996. Postmodernisme: Tantangan Filsafat. Jogjakarta: Kanisius.
Wardhani, Baiq. 2015. “Postmodernisme.†(April).
