Birokrasi, Akses Informasi, dan Siasat Warga Prekariat di Negara Pascakolonial
DOI:
https://doi.org/10.47776/MJPRS.001.01.06Kata Kunci:
hubungan negara-masyarakat, prekariat, kewarganegaraanAbstrak
Asumsi yang mengatakan negara beroperasi sepenuhnya rasional-formal makin sulit dipertahankan. Negara jauh lebih baik jika dilihat bukan sebagai satu entitas yang solid dan monolitik, melainkan sebagai formasi yang terus membentuk diri melalui berbagai proses persaingan kekuasaan internal dan eksternal, yang tidak lepas dari faktor kekerabatan, pola organisasi sosial, dan, dalam konteks tertentu, sejarah kolonialisme. Penetrasi pasar yang belakangan makin dominan terhadap berbagai sisi negara dan birokrasi menambah dimensi baru dan kompleksitas relasi warga dan negara. Tulisan ini hendak memperlihatkan dinamika formalitas-informalitas itu melalui pegungkapan watak kekuasaan yang mendasari formasi negara. Di sisi lain, tulisan ini akan memperlihatkan bagaimana warga prekariat (precarious citizen) bergerak di antara rasionalitas sekaligus irasionalitas, formalitas sekaligus informalitas, itu untuk mengakses ruang negara yang dianggap serba rasional dan semakin berwatak pasar itu.
Unduhan
Referensi
Berenschot, Ward. 2019. “Informal Democratization: Brokers, Access to Public Services and Democratic Accountability in Indonesia and India.†Democratization 26(2):208–24.
Berenschot, Ward, and Gerry Van Klinken. 2018. “Informality and Citizenship: The Everyday State in Indonesia.†Citizenship Studies 22(2):95–111.
Bernstein, Anya, and Elizabeth Mertz. 2011. “Bureaucracy: Ethnography of the State in Everyday Life.†PoLAR 34:6.
Bierschenk, Thomas, and Jean-Pierre Olivier de Sardan. 2014. States at Work: Dynamics of African Bureaucracies. Brill.
Gibson, Thomas. 2007. Islamic Narrative and Authority in Southeast Asia: From the 16th to the 21st Century. Springer.
Gupta, Akhil. 2012. Red Tape: Bureaucracy, Structural Violence, and Poverty in India. Duke University Press.
Hamdi, Mujtaba. 2015. “Efek Lapindo: Transformasi Lanskap, Relasi Sosio-Spasial Dan Komensurasi NIlai Di Era Pasar.†Universitas Indonesia, Depok, Indonesia.
Hetherington, Kregg. 2012. “Promising Information: Democracy, Development, and the Remapping of Latin America.†Economy and Society 41(2):127–50.
Millar, Kathleen M. 2014. “The Precarious Present: Wageless Labor and Disrupted Life in Rio de Janeiro, Brazil.†Cultural Anthropology 29(1):32–53.
Novenanto, Anton. 2019. “Dampak Sosial-Ekonomi Pemindahan Paksa: Studi Atas Penyintas Lumpur Lapindo, Jawa Timur.†Jurnal Masyarakat dan Budaya Volume 21 No. 3.
Nugent, David. 2004. “Governing States.†A Companion to the Anthropology of Politics 198–215.
Nuijten, Monique. 2003. Power, Community and the State. The Anthropology of Political Organization. London, Pluto Press.
Sastro, Dhoho A. dkk. 2010. Mengenal Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Jakarta: LBH Masyarakat dan Yayasan Tifa.
Scott, James C. 1998. Seeing like a State: How Certain Schemes to Improve the Human Condition Have Failed. Yale University Press.
Sharma, Aradhana. 2018. “New Brooms and Old: Sweeping up Corruption in India, One Law at a Time.†Current Anthropology 59(S18):S72–S82.
Stoler, Ann Laura. 2004. “Affective States.†A Companion to the Anthropology of Politics 4–20.
Subagiyo, Henri, dkk. 2009. Anotasi Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Jakarta: Komisi Informasi Pusat, ICEL dan Yayasan Tifa.
Wolf, Eric R. 1966. “Kinship, Friendship, and Patron-Client Relations in Complex Societies.†The Social Anthropology of Complex Societies 1–22.
Wolf, Eric R. 2001. “Facing Power: Old Insights, New Questions.†Pathways of Power: Building an Anthropology Ofthe Modem World. Berkeley; Los Angeles.
