Multikulturalisme dan Politik Identitas: Catatan Reflektif atas Gagasan Politik Will Kymlicka

Penulis

  • Amsar A. Dulmanan Program Studi Sosiologi, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.47776/MJPRS.001.01.03

Kata Kunci:

multikulturalisme, Kymlicka, negara-bangsa, politik identitas, liberalisme

Abstrak

Keberagaman merupakan fakta sosiologis bangsa Indonesia yang tidak dapat disangkal. Keberagaman merupakan bawaan asali dari bangsa Indonesia, bahkan jauh sebelum negara-bangsa Indonesia terbentuk. Artinya, secara tradisional, sesungguhnya bangsa Indonesia telah terbiasa dengan keberagaman. Namun dalam konteks negara-bangsa Indonesia modern, keberagaman memiliki makna dan tuntutan sosio-politik yang jauh berbeda dari keberagaman yang dikenal oleh para puak pendiri bangsa Indonesia. Dalam konteks tersebut, artikel ini akan mendiskusikan gagasan politik multikulturalisme yang diusulkan Will Kymlicka. Dengan menggunakan studi pustaka artikel ini membicarakan beberapa pandangan tentang multikulturalisme, serta poin utama dan kerangka umum gagasan politik multikulturalisme Kymlicka serta posisinya dalam diskursus tentang demokrasi dan masyarakat plural. Dari analisis literatur tersebut, kami berpendapat bahwa setidaknya ada dua dilema yang dihadapi oleh teori-teori multikulturalisme dalam memandang kebudayaan dan perbedaan budaya. Pertama, pemahaman esensialis terhadap kebudayaan yang mengandaikan bahwa kebudayaan sebagai entitas yang fixed, tidak berubah, dan berdiri sendiri. Kedua kuatnya klaim universitas nilai dalam berbagai pemahaman mengenai multikulturalisme merupakan sebuah tantangan tersendiri, sekaligus mengindikasikan jalan panjang yang masih harus ditempuh dalam merumuskan teori untuk mengatasi problem perbedaan budaya atas dasar prinsip-prinsip liberalisme.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Barry, Brian. 2001. Culture and Equality: An Ealitarian Critique of Multiculturalism. Massachusetts: Havard University Press.

Crites, Joshua Seth. 2007. Liberalism and Multiculturalism: A Philosophical Dilemma. Dissertation. Nashville, Tenesse: Vanderbilt University. https://etd.library.vanderbilt.edu/available/etd-07122007-194708/unrestricted/Combined_Diss.pdf

Kukathas, Chandran. 2002. Multiculturalism as Fairness: Will Kymlicka’s Multicultural Citizenship. Journal of Political Philosophy 5(4):406-427. DOI: 10.1111/1467-9760.00041

Kymlicka, Will. 2001. Politics in the Vernacular: Nationalism, Multiculturalism, and Citizenship. Oxford: Oxford University Press.

Kymlicka, Will. 2002. Kewargaan Multikultural. Jakarta: LP3ES.

Parekh, Bikhu. 2000. Rethinking Multiculturalism Cultural Diversity and Political Theory. Cambridge: Harvard University Press.

Pfaff, William. 2010. The Irony Of Manifest Destiny: The Tragedy of American Foreign Policy. New York: Walker and Company.

Rawls, John. 1971. A Theory of Justice. Cambridge, Massachusets: Harvard University Press.

Sandel, Michael J. 1982. Liberalism and the Limits of Justice. Cambridge: Cambridge University Press. 

Taylor, Charles. 1994. “The Politics of Recognition”. Dalam Amy Gutman (ed.) Multiculturalism: Examining The Politics of Recognition. Princeton: Princeton University Press.

Ujan, Andre Ata. 2001. Keadilan dan Demokrasi, Telah Filsafat Politik John Rawis. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Unduhan

Diterbitkan

2020-06-19

Cara Mengutip

Dulmanan, A. A. (2020). Multikulturalisme dan Politik Identitas: Catatan Reflektif atas Gagasan Politik Will Kymlicka. Muqoddima: Jurnal Pemikiran Dan Riset Sosiologi, 1(1), 31-42. https://doi.org/10.47776/MJPRS.001.01.03